TV Online

(foto: Ilustrasi)
GOOGLE TV diharapkan dapat mendefinsikan ulang bagaimana seseorang mengonsumsi konten internet dan menonton televisi. Kedua kegiatan yang berbeda ini dilebur menjadi satu.

Aktifitas berselancar di dunia maya umumnya dilakukan di laptop ataupun netbook. Sebaliknya, lima miliar orang menggunakan televisi untuk menonton video ataupun melihat tayangan favorit. Angka tersebut lebih banyak daripada pengguna ponsel dan komputer di dunia. Nah, sekarang, bagaimana jika ada layanan yang bisa melebur keduanya? Di sinilah Google TV berdiri.

Bayangkan Anda duduk santai di sofa empuk ruang tamu. Dengan sebuah keyboard wireless, Anda masuk ke situs CNN untuk melihat berita terbaru. Setelah cukup membaca, Anda teringat ingin menonton episode Top Gear. Cukup mengetik Top Gear di home screen, maka Google TV akan menunjukkan berbagai video terkait Top Gear yang bisa dilihat. Tak lama kemudian, Anda mendapat telepon dari istri untuk mengecek harga ponsel Nokia N8 yang ingin dibeli.

Tak perlu bangkit mengambil laptop, cukup mengalihkan lagi browser ke situs Amazon. Harga N8 dan fitur N8 pun bisa langsung diketahui. Google TV seolah memindahkan layar komputer Anda ke televisi layar lebar. Pengguna bisa melakukan apa saja. Mulai bermain game Farmville, melihat-lihat video di YouTube, mencari penjelasan di Wikipedia, mengakses Google Map, melihat foto di Flickr, bahkan mengupdate status di Twitter ataupun Facebook.

Hal ini hanyalah sebagian kecil dari berbagai keunggulan Google TV yang nantinya bisa dinikmati. Tapi, apakah dengan adanya Google TV pengguna lantas harus berhenti berlangganan TV berbayar? Mungkin tidak. Memang, Google TV menawarkan konten online streaming-video yang sangat komprehensif dan lengkap.

Namun, tentu saja, masih banyak tayangan di TV berbayar yang tidak tersedia. Misalnya tayangan olah raga secara langsung, ajang penghargaan seperti Oscar, HBO, dan lainnya. Karena itu sebenarnya Google TV di desain sebagai pelengkap, bukan pengganti TV Anda.

Konten yang Variatif

Untuk memperkaya konten di dalam Google TV,Google memang tidak main-main. Mereka telah menggamit kerja sama konten dengan Amazon, NBA, Netflix, The New York Times, NBC Universal, USA Today dan lainnya. Bentuk kerja samanya, antara lain dalam bentuk aplikasi. Ya, Google TV bekerja dengan sistem operasi berbasis Android dan web browser Chrome. Karena itu, nantinya pengguna akan mendapatkan banyak sekali aplikasi di layar televisinya.

Kurang lebih sama seperti aplikasi yang ada pada ponsel Android. Tak hanya itu, pemilik ponsel Android juga bisa menggunakan ponselnya sebagai remote. Mulai memilih menu,melakukan fast forward, pause atau play,hingga voice search atau pencarian menggunakan suara. Menu home screen di layar televisi juga bisa dikustomisasi dan diubah- ubah sesuai selera pengguna.

Mereka bahkan bisa melakukan bookmark terhadap channel, aplikasi, hingga website favorit. Berganti- ganti antara TV dan web bisa dilakukan dengan cepat. Bahkan, pengguna bisa melihat skor pertandingan secara live sambil menonton tayangan pertandingan yang sedang berlangsung. Ini bisa dilakukan melalui aplikasi yang disebut NBA Game Time.

“Apa yang Anda lihat saat ini hanyalah awal. Nanti, akan lebih banyak konten web yang bisa diakses di televisi.Bentuknya pun sangat beragam dan variatif,” ujar Ambarish Kenghe, developer product manager untuk Google TV. Untuk mengedukasi pengguna internet, Google awal bulan ini telah meluncurkan website Google. com/TV.Website itu memberi penjelasan tentang bagaimana Google TV bekerja,termasuk memberi informasi terkait membeli TV tersebut dari Sony berikut piranti pendukung seperti keyboard dari Logitech.

Ya, piranti untuk mengakses Google TV sudah tersedia. Pekan lalu, Sony merilis Internet HDTV pertama di New York.TV layar LED 1080p itu sudah dilengkapi port USB, empat input HDMI, dan kapabilitas Wi-Fi.Ada empat ukuran yang tersedia,yakni 24 inci,32 inci, 40 inci, dan 46 inci.

Untuk ukuran 24 inci harganya USD599, sementara 46 sekitar USD1.399. Sebenarnya, Google bukan teknologi pertama yang mencoba mengawinkan televisi dengan internet. Yahoo! Sebelumnya sudah melakukan hal yang sama 18 bulan silam. Sementara Apple juga memberikan penyegaran di layanan Apple TV terbarunya. Tapi, agaknya hanya Google yang akan membawa era TV internet ke babak baru.

Aple Tv

APPLE TV unggul atas Google TV karena Apple TV bisa berkomunikasi dengan alat-alat elektronik lain seperti iPad, iPhone, dan iPod. Tetapi, Apple TV tidak dilengkapi web browser, sedangkan Google TV memiliki Chrome.

Apple Inc merilis set-top-box (STB) Apple TV generasi kedua pada 1 September 2010. Dengan STB tersebut, pengguna bisa menonton video online pada pesawat televisi yang berada di ruang keluarga. Apple pun berharap, kehadiran Apple TV generasi kedua mampu memudahkan konsumen menikmati video berkualitas definisi tinggi (HD). Firma riset iSuppli Corp menilai, Apple TV generasi kedua memang lebih menarik daripada Apple TV generasi pertama, yang dirilis perdana oleh Apple pada 9 Januari 2007.

Sebab, Apple TV generasi kedua dilengkapi konektivitas Wi-Fi, sedangkan Apple TV generasi pertama tidak punya dukungan tersebut. Di samping itu, harga Apple TV generasi kedua juga jauh lebih murah daripada Apple TV generasi pertama. Di Amerika Serikat (AS), Apple memasarkan Apple TV generasi kedua dengan harga USD99 per unit. Sedangkan untuk Apple TV generasi pertama, Apple membuka harga perdana pada USD299 per unit. Namun demikian, iSuppli memperingatkan, Apple TV generasi kedua tidak akan mudah meraih dominasi di ruang keluarga. Sebab, pada saat ini sudah banyak beredar STB video online, atau televisi internet, dan bahkan pesawat- pesawat televisi yang bisa langsung mengakses internet tanpa bantuan alat apa pun, yang lazim disebut IETV (Internet-Enabled Television).

Di samping itu,pada akhir 2010 Google Inc juga akan merilis platform televisi internet Google TV, yang akan tersedia pada STB produksi Logitech International SA dan IETV serta Blu-ray player produksi Sony Corp. iSuppli menilai, Google TV adalah ancaman terbesar bagi Apple TV generasi kedua karena Google TV mendapatkan banyak sekali dukungan ekosistem industri hiburan dan teknologi.

“Di ruang keluarga, Apple TV generasi kedua tidak akan mudah meraih dominasi seperti ketika iPad mendominasi pasar komputer tablet. Penyebabnya, iPad hadir sebagai yang pertama, sehingga tidak punya pesaing. Sedangkan untuk Apple TV generasi kedua, pesaing sudah cukup banyak,” ujar Principal Analyst Consumer Platforms iSuppli Corp Jordan Selburn.

iSuppli mencatat, pada saat ini di dunia ada lebih dari 60 perusahaan yang menawarkan produk STB serupa Apple TV generasi kedua. Tetapi, iSuppli menggarisbawahi, kendati Apple TV generasi kedua harus menempuh perjalanan berat,STB tersebut memiliki peluang besar untuk mendominasi ruang keluarga karena Apple TV generasi kedua itu dapat berbagi konten dengan alat-alat elektronik lain produksi Apple, termasuk iPad,iPhone,dan iPod.

“Di rumah, konsumen sudah memiliki banyak sekali alat elektronik. Tetapi, alat-alat elektronik tersebut jarang bisa saling berkomunikasi antara satu dengan yang lain. Kehadiran Apple TV membawa perubahan karena Apple TV dapat menampilkan video yang tersimpan dalam iPad, iPhone, dan iPod,” tutur Selburn.

Ketika komunikasi menjadi keunggulan utama Apple TV generasi kedua, komunikasi pula yang justru menjadi kelemahan utama Google TV. Sebab, kendati Google belum mengkonformasi, STB atau pun IETV dan Blu-ray player Google TV diperkirakan hanya bisa mengakses internet, sehingga tidak bisa mengakses konten yang tersimpan di alat-alat elektronik lain, termasuk smartphone bersistem operasi Android, yakni sistem operasi produksi Google.

Namun begitu, Google TV masih kompetitif atas Apple TV karena Google TV memiliki sejumlah keunggulan unik atas Apple TV.Antara lain,Google TV dilengkapi web browser Chrome, sehingga pengguna bisa membuka halaman web,seperti ketika menggunakan komputer biasa. Sebaliknya, Apple TV tidak dilengkapi web browser apa pun, termasuk Safari, yaitu web browser produksi Apple. Namun demikian, Apple dan Google bertarung di lahan yang sangat subur. Sebab, STB dan IETV punya pasar masing-masing dan keduanya memiliki peluang besar untuk bertumbuh pesat.

iSuppli mengkategorikan Apple TV dan STB Google TV produksi Logitech sebagai STB IPTV (Internet Protocol Television). iSuppli memperkirakan, volume penjualan global STB IPTV pada 2010 akan meningkat 48,2 persen menjadi 28,7 juta unit,dari 19,4 juta unit pada 2009.iSuppli memperkirakan pula, volume penjualan global STB IPTV akan bertumbuh rata-rata 25 persen per tahun mulai 2009 hingga 2014, dengan volume 58 juta unit pada 2014. Pada sisi pendapatan, iSuppli menjelaskan, penjualan global STB IPTV mampu menghasilkan USD2,9 miliar pada 2009. iSuppli memperkirakan, pendapatan global STB IPTV akan meningkat ratarata 16 persen per tahun sehingga menjadi USD6,2 miliar pada 2014.

Sedangkan untuk IETV, iSuppli memperkirakan, volume penjualan global akan terus meningkat mulai 2009 hingga 2013. iSuppli menemukan, volume penjualan global IETV pada 2009 baru mencapai 14,7 juta unit.Namun karena IETV semakin populer, iSuppli yakin volume penjualan global IETV akan melambung menjadi 87,6 juta unit pada 2013.

Sumber http://techno.okezone.com/

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: